6 - Jihad

Sanggahan Terhadap Orang yang Menunda Berangkat Jihad di Jalan Allah

42
×

Sanggahan Terhadap Orang yang Menunda Berangkat Jihad di Jalan Allah

Sebarkan artikel ini

Sanggahan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terhadap Salah Seorang Sahabat Radhiyallahu ‘Anhu karena Menunda Keberangkatannya di Jalan Allah

IMAM AHMAD meriwayatkan pula beserta sanadnya dari Mu’adz bin Anas radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa suatu ketika beliau memerintahkan para sahabatnya agar berperang.

Maka salah seorang lelaki (shahabi) berkata kepada istrinya, “Aku akan menunda keberangkatanku agar dapat mengerjakan salat jamaah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kemudian aku akan mengucapkan salam dan kata-kata perpisahan kepada beliau, sehingga beliau akan mendoakanku dengan satu doa yang akan menjadi bekal istimewa bagiku kelak pada hari kiamat.”

Kemudian setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selesai mengerjakan shalat, laki-laki itu menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya mengucapkan salam kepada beliau.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tahukah kamu sejauh mana sahabat-sahabatmu telah mendahuluimu?”

Lelaki itu menjawab, “Ya. Mereka telah mendahuluiku sejauh perjalanan setengah hari.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersbada, “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya

Mereka telah mendahuluimu lebih jauh daripada jarak antara kedua tempat terbit matahari dan kedua tempat terbenamnya.”

[Haitsami (5/284) berkata: Dalam sanadnya terdapat Zabban bin Fa’id, dinyatakan tsiqât oleh Abu Hatim, dan dinyatakan dha’if oleh sekelompok muhaddits.

Sedangkan para perawi lainnya tsiqat).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Memerintahkan Suatu Pasukan agar Berangkat pada Malam Hari

BAIHAQI (9/158) meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan suatu kesatuan pasukan kecil untuk berangkat.

Maka mereka berkata, “Wahai Rasulullah! Apakah kami harus keluar malam ini juga atau boleh tinggal di sini dulu sampai pagi?”

Beliau menjawab, “Tidakkah kalian suka untuk bermalam di salah satu kebun dari kebun-kebun surga?”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Thabarani dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

[Haitsami (5/276) berkata: Mengenai guru Thabarani yang bernama Bakr bin Sahl Ad-Dimyathi, Dzahabi berkata: la muqâribul-hadits, sedangkan Nasa’i berkata: la dha’if.

Dalam sanadnya terdapat pula Ibnu Lahi’ah].

Sanggahan Umar Radhiyallahu ‘Anhu terhadap Mu’adz nin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu karena Menunda Keberangkatannya di Jalan Allah

IBNU RAHAWAIH dan Baihaqi meriwayatkan beserta sanadnya dari Abu Zur’ah bin Umar bin Jarir, ia berkata: Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengirim sebuah pasukan, yang di dalamnya ada Mu’adz bin Jabal.

error: Content is protected !!