IMAM BUKHARI (2/1072) meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas radhiyallâhu ‘anhu, bahwasanya dia mendengar khutbah Umar radhiyallâhu ‘anhu yang terakhir di atas mimbar, yaitu pada hari pertama setelah wafatnya Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam.
Umar mengucapkan syahadat, sedangkan Abu Bakar diam tanpa bicara.
Umar menyampaikan khutbahnya, “Dulu aku berharap bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam akan terus hidup dan tidak akan wafat sebelum kita semua mati.
(Anas menjelaskan, maksud Umar adalah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallamlah yang paling akhir ajalnya).
Namun, meski Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam telah wafat, Allah telah meninggalkan untuk kita Cahaya (yakni Alquran) yang dengannya kita mendapatkan petunjuk dan dengannya pula Allah memberi petunjuk kepada Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam.
Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam dan satu-satunya orang yang menemani Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam di Gua Tsur.
Di antara semua orang Islam, dialah yang paling berhak untuk memimpin kalian, maka bangunlah kalian dan baiatlah dia sebagai khalifah.”
Sebelumnya, sebagian besar orang telah membaiatnya, yakni di Saqifah bani Sa’idah, sedangkan baiat secara massal tersebut bertempat di mimbar masjid.
Zuhri berkata: Dari Anas (bin Malik), ia berkata: Aku mendengar Umar radhiyallahu ‘anhu pada hari itu berkata kepada Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, “Naiklah ke atas mimbar!”
la terus mendesaknya sampai Abu Bakar naik ke atas mimbar.
Lalu semua orang membaiatnya.
Pembaiatan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhu di Saqifah Bani Sa’idah
MENURUT riwayat Ibnu Ishaq dari Zuhri, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Setelah Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dibaiat menjadi khalifah di pendopo Bani Sa’idah, esok harinya Abu Bakar duduk di mimbar, sedangkan Umar radhiyallahu ‘anhu berdiri menyampaikan khutbah sebelum Abu Bakar.
Ia membaca tahmid dan memuji Allah dengan pujian yang pantas untuk Nya, kemudian berkata, “Hadirin sekalian!
Kemarin aku telah mengatakan kepada kalian suatu perkataan yang tidak benar dan tidak aku temukan dalam Kitab Allah, bukan pula suatu janji yang telah terbina antara aku dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Aku hanya mengira bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak akan wafat sebelum kita semua mati.
Sedangkan Allah telah meninggalkan Kitab-Nya yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Apabila kalian berpegang teguh pada kitab itu, Allah akan memberi kalian petunjuk sebagaimana yang telah Dia berikan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kini Allah telah menyatukan kalian di bawah kepemimpinan orang yang terbaik di antara kalian.
Dialah sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, satu-satunya orang yang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam gua (Tsur).
Bangun dan baiatlah ia (sebagai khalifah).”
Lalu semua orang pun membaiat Abu Bakar secara massal, setelah baiat di pendopo.












