1. Hadis ibnu ‘Asakir Tentang Komentar Abu ‘Ubaidah Mengenai Kekhalifahan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhuma
IBNU ‘ASAKIR meriwayatkan beserta sanadnya dari Muslim, katanya: Abu Bakar mengirim utusan kepada Abu ‘Ubaidah radhiyallahu ‘anhumâ untuk menyampaikan pesan, “Datanglah Engkau ke sini, aku hendak membaiatmu.
Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Setiap umat memiliki orang kepercayaan, dan kamu adalah orang kepercayaan umat ini.”
Abu ‘Ubaidah menjawab, “Aku tidak pantas memimpin orang yang telah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengimami salat kami.”
[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummål (3/136)].
Diriwayatkan pula oleh al-Hakim (3/267) beserta sanadnya dari Muslim al-Bathin dari Abul-Bakhtari dengan lafal yang sebagian besarnya sama.
Al-Hakim berkata: Sanadnya sahih namun Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya beserta sanadnya dalam kitab Shahih mereka
(Dzahabi mengatakan: Sanadnya mungathi’).
Diriwayatkan pula oleh ibnu ‘Asakir, ibnu Syahin dan yang lain beserta sanadnya dari Ali bin Katsir dengan lafal yang sebagian besarnya sama-sebagaimana dalam kitab Kanzul-‘Ummal (3/126).
2. Hadis Imam Ahmad Tentang Komentar Abu ‘Ubaidah dan Utsman Mengenai Kekhalifahan Abu Bakar Radhiyallahu ‘Anhum
IMAM AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Abul-Bakhtari, katanya: Umar berkata kepada Abu ‘Ubaidah radhiyallahu ‘anhu, “Ulurkan tanganmu agar aku dapat membaiatmu.
Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, bahwa engkau adalah orang kepercayaan umat ini.”
Abu ‘Ubaidah menjawab, “Aku tidak pantas berada di depan orang yang telah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengimami salat kita.
Lalu, dia mengimami salat kita sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat.”
[Haitsami (5/183) berkata: Para rawinya adalah perawi kitab Shahih, hanya saja Abul-Bakhtari tidak pernah mendengar dari Umar radhiyallahu ‘anhu].
Diriwayatkan pula oleh ibnu ‘Asakir beserta sanadnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama sebagaimana dalam Kanzul-‘Ummål (3/140).
Diriwayatkan juga beserta sanadnya oleh ibnu Sa’ad dan ibnu Jarir dari Ibrahim at-Tamimi dengan lafal yang sebagian besarnya sama-sebagaimana dalam Kanzul-‘Ummál (3/140).
Dalam riwayat ini disebutkan: Abu ‘Ubaidah berkata, “Belum pernah aku melihat kesilapanmu sebelum ini semenjak kamu masuk Islam.
Apakah kamu mau membaiatku padahal ada orang yang mendapat gelar ash-Shiddiq dan satu-satunya orang yang menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Gua Tsur?”











