11 - Iman

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib (2)

52
×

Membohongkan Pengalaman di Alam Nyata dan yang Tampak, Meyakini Perkara yang Ghaib (2)

Sebarkan artikel ini

5. Kegembiraan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam Dengan Turunnya Ayat yang Berisi Ampunan dan Kemenangan Sepulang Beliau dari Hudaibiyah

AHMAD meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Saat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari Hudaibiyah, turun kepada beliau ayat: “Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang.” (QS. Al-Fath: 2).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, malam ini telah diturunkan kepadaku, ayat yang lebih aku sukai daripada apa yang ada di muka bumi Kemudian, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membacakan ayat itu kepada mereka.

Lalu, mereka berkata, “Selamat, wahai Nabiyyullah. Allah ‘azza wajalla telah menjelaskan apa yang Dia lakukan denganmu. Lalu, apa yang Dia lakukan dengan kami?”

Maka turunlah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ayat: “Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah.” (QS. Al-Fath: 5).

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Bukhari dan Muslim dari Anas, sebagaimana dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (4/183).

Menurut riwayat Ibnu Jarir (26/44) mengenai firman-Nya: “Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,” (QS. Al-Fath: 1).

Dari Anas, ia berkata: Ayat tersebut turun kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sepulang beliau dari Hudaibiyah dan mereka telah dihalangi dari ibadah haji mereka.

Kemudian, beliau menyembelih hewan kurban di Hudaibiyah, sedangkan para sahabat beliau dirundung kemurungan dan kesedihan.

Lalu, beliau bersabda, “Sungguh, telah diturunkan kepadaku ayat yang lebih aku sukai daripada dunia seisinya.”

Lalu, beliau membaca ayat: “Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmatNya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).” (QS. Al-Fath: 1-3).

Maka para sahabat berkata kepada beliau, “Selamat untuk engkau” -Lalu perawi meneruskan riwayatnya dengan lafal yang sebagian besarnya sama.

Ahmad meriwayatkan beserta sanadnya dari Mujammi’ bin Jariyah radhiyallahu ‘anhu -ia adalah salah seorang hafiz Alquran yang hafal seluruh Alquran-, ia berkata: Kami turut menyaksikan peristiwa Hudaibiyah.

Ketika kami pergi meninggalkannya, tiba-tiba orang-orang memacu unta-unta mereka. Lalu, orang-orang saling bertanya satu sama lain, “Mengapa orang-orang memacu unta mereka?”

Mereka berkata, “Telah diturunkan wahyu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Maka kami pun cepat-cepat memacu unta bersama orang-orang yang lain. Kami dapati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada di atas hewan tunggangannya di Kura’ul-Ghamim.

Orang-orang pun berkumpul dihadapan beliau. Lalu, beliau membacakan kepada mereka ayat: “Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,” (QS. Al-Fath: 1).

Salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Wahai, Rasulullah! Apakah itu suatu kemenangan?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ya, demi Zat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya. Sesungguhnya, itu adalah kemenangan.” -Lalu perawi meneruskan hadisnya.

Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud pada bagian jihad, -sebagaimana dalam kitab Tafsir ibnu Katsir (4/183).

error: Content is protected !!