1. Sabda Nabi Shallallâhu Alaihi Wasallam Kepada Seorang Sahabat Radhiyallâhu ‘Anhu yang Sedang Berdoa dan Kepada Abu Abbas Radhiyallâhu ‘Anhu, “Kamu Telah Memohon kepada Allah dengan Nama-Nya yang Agung (Ismul-A’zham).”
ABU DAWUD dan Tirmidzi meriwayatkan beserta sanadnya -ia meng-hasan-kannya, ibnu Majah dan ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya dari Buraidah radhiyallâhu anhu, bahwa suatu ketika Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam mendengar seseorang berdoa: “Ya, Allah. Aku mohon kepadaMu dengan wasilah kesaksianku bahwasanya Engkaulah Allah, tidak ada tuhan selain Engkau, yang Maha Esa lagi Maha Dibutuhkan, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Nya.”
Maka beliau bersabda, “Sungguh, kamu telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang agung (Ismul-A’zham), yang apabila diminta dengannya Dia pasti memberi, dan apabila seseorang berdoa dengannya Dia pasti mengabulkan doanya.”
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Al-Hakim, hanya saja ia menyebutkan (sabda beliau), “Kamu telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang agung (lsmul-A’zham),”
(Al-Hakim berkata: Sahih menurut syarat sanad Bukhari dan Muslim). [Demikian dalam Kitab At- Targhib wat-Tarhib (3/145)].
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Nasa’i – sebagaimana di dalam Kitab Al Adzkar oleh Imam Nawawi (hal. 501).
Tirmidzi meriwayatkan beserta sanadnya ia meng-hasan-kannya dari Mu’adz bin Jabal rodhiyallähu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Nabi shallaláhu ‘alaihi wasallam mendengar seseorang ketika sedang berdoa: “Wahai, Zat yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan!”
Maka beliau bersabda, “Doamu telah dikabulkan, maka mintalah sekarang!”
[Demikian dalam Kitab At- Targhib wat- Tarhib (3/145)].
Ahmad -lafal hadis ini menurut riwayatnya dan ibnu Majah meriwayatkan beserta sanadnya dari Anas bin Malik radhiyallôhu ‘anhu, ia berkata: Suatu ketika Nabi shallallâhu alaihi wasallam lewat di dekat Abu ‘Ayyasy Zaid bin Shamit Az-Zuraqi ketika ia sedang shalat dan berdoa: “Ya, Allah. Aku mohon kepadaMu dengan wasilah bahwasanya segala puji bagiMu, tidak ada tuhan selain Engkau.
Wahai, yang Maha Penyayang! Wahai, yang Memberi anugerah! Wahai, Pencipta langit dan bumi! Wahai, Zat yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan!”
Maka Rasulullah shallallâhu alaihi wasallam bersabda, “Sungguh, kamu telah memohon kepada Allah dengan namaNya yang agung (Ismul-A’zham), yang apabila seseorang berdoa dengannya Dia pasti mengabulkannya dan apabila dimohon dengannya Dia pasti memberi.”
Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud, Nasa’i, ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya dan Al-Hakim.
Keempat perawi tersebut menambahkan (setelah lafal wal-ikrâm): “Wahai, Zat yang Hidup kekal. Wahai, Zat yang Maha Mengurusi (makhlukNya). “
(Al-Hakim berkata: Sahih menurut syarat sanad Muslim).
Dalam riwayat yang lain, Al-Hakim menambahkan (dalam akhir doa): Aku memohon surga kepada Mu dan aku memohon perlindungan kepadaMu dari neraka,
[Demikian dalam kitab At- Targhib wat- Tarhib (3/146)].
2. Pemberian Hadiah Berupa Emas oleh Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam Kepada Seorang Arab Badui yang Pandai Mengungkapkan Pujiannya Kepada Allah di Dalam Doanya
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Al-Mu’jamul-Ausath dari Anas radhiyallôhu anhu, bahwa suatu ketika Rasulullah shallallähu alaihi wasallam lewat di dekat seorang Arab Badui yang sedang berdoa di dalam shalatnya, dengan mengucapkan: “Wahai, Zat yang tidak dapat dilihat oleh mata, tidak dapat terbayang dalam khayalan, tidak dapat digambarkan oleh siapa pun, tidak terpengaruh oleh kejadian-kejadian, dan tidak takut akan marabahaya.
Yang mengetahui berat gunung-gunung, takaran air samudera, jumlah tetesan air hujan, jumlah daun di pepohonan, dan jumlah segala sesuatu yang diliputi gelapnya malam serta terangnya siang.












