Menurut riwayat Bazzar dan Thabarani dari ibnu ‘Abbas, ia berkata: Setelah mataku buta, ada seseorang yang berkata, “Kami akan mengobatimu dan engkau harus meninggalkan salat selama beberapa hari.”
Ibnu ‘Abbas berkata, “Tidak! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, ‘Barangsiapa meninggalkan salat, maka ia akan berjumpa dengan Allah sedangkan Allah murka terhadapnya.”
[Haitsami (1/295) berkata: Diriwayatkan oleh Bazzar dan Thabarani dalam Al-Mu’jamul-Kabir. Dalam sanadnya terdapat Sahl bin Mahmud.
Ibnu Abi Hatim mengomentarinya dengan berkata: Ahmad bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan Sa’dan bin Yazid meriwayatkan hadis darinya.
Aku (Haitsami) berkata: Muhammad bin Abdullah.Al-Makhrami juga meriwayatkan hadis darinya dan tidak mempermasalahkannya.
Sedangkan para perawi yang lain adalah perawi kitab Shahih).
Menurut riwayat Thabarani dalam Al-Mu’jamul-Kabir dari Ali bin Abu Hamalah.dan Auza’i, keduanya berkata: (Ali bin Abdullah bin Abbas biasa mengerjakan salat seribu (1.000) rakaat setiap hari. [Haitsami (2/258) berkata: Sanadnya mungathi’ (terputus)].
4. Kecintaan Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu Terhadap Shalat
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia hampir tidak pernah berpuasa (sunah).
Ia berkata, “Jika berpuasa, aku menjadi lemah dalam mengerjakan salat. Sedangkan salat lebih aku sukai daripada puasa.”
Jika ingin berpuasa, ia berpuasa tiga hari dalam sebulan. (Haitsami (2/257) berkata: Para perawinya adalah perawi kitab Shahih. Dalam salah.satu jalur sanadnya disebutkan: Dan ia tidak pernah mengerjakan salat Duha).
Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh Ibnu Jarir dari Abdurrahman bin Yazid bahwa Abdullah bin Mas’ud jarang berpuasa (sunah).
Lalu, ketika ditanyakan kepadanya, ia berkata, “Jika aku berpuasa…” -Lalu perawi melanjutkan hadisnya dengan lafal yang sama, -sebagaimana dalam kitab Kanzul-‘Ummâl (4/181).






