12 - ShalatUpdate

Kecintaan dan Perhatian Para Sahabat Nabi SAW. Terhadap Shalat

150
×

Kecintaan dan Perhatian Para Sahabat Nabi SAW. Terhadap Shalat

Sebarkan artikel ini

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnu Sa’d (3/155) dari Abdurrahman bin Yazid, ia berkata: Aku tidak pernah melihat seorang Alim yang lebih jarang berpuasa daripada Abdullah bin Mas’ud.

Suatu ketika dikatakan kepadanya, “Mengapa engkau tidak berpuasa?”

la berkata, “Aku lebih memilih salat daripada puasa. Jika berpuasa, aku menjadi lemah dalam mengerjakan salat.”

5. Kecintaan Salim Bekas Budak Abu Hudzaifah Radhiyallahu ‘Anhumâ Terhadap Shalat

AL-HAKIM meriwayatkan beserta sanadnya dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhâ, ia berkata: Suatu kali di malam hari, aku terlambat menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di rumahku setelah salat Isya.

Ketika aku datang, beliau bertanya kepadaku, “Di mana kamu tadi?”

Aku berkata, “Tadi kami mendengarkan bacaan salah seorang sahabatmu di masjid. Belum pernah aku mendengar suara ataupun bacaan orang lain di antara para sahabatmu yang seperti itu.”

Lalu, beliau beranjak keluar dan aku pun mengikutinya. Beliau mendengarkan bacaannya, kemudian menoleh kepadaku, lalu berkata, “Ini Salim bekas budak Abu Hudzaifah. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan di antara umatku orang seperti ini,”

(Al-Hakim berkata -dan disepakati oleh Dzahabi-: Hadis shahih menurut syarat sanad Bukhari dan Muslim, namun keduanya tidak meriwayatkannya beserta sanadnya dalam kitab Shahih mereka).

6. Kecintaan Abu Musa dan Abu Hurairah Terhadap Shalat

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya’ dari Masruq, ia berkata: Ketika kami bersama Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu dalam suatu perjalanan, kami kemalaman sehingga kami bermalam di sebuah kebun perladangan.

Ketika kami singgah di sana, Abu Musa berdiri mengerjakan salat malam. Lalu, Masruq menceritakan tentang keindahan suara dan bacaan Abu Musa-Masruq melanjutkan: Setiap kali ia melewati suatu ayat tentang rahmat ataupun azab, ia mengucapkan suatu permohonan berkenaan dengannya. Kemudian, ia mengucapkan:

“Ya, Allah. Engkaulah yang Mahasejahtera. Dari-Mulah segala kesejahteraan. Engkaulah yang Mengaruniakan keamanan, dan mencintai orang yang beriman. Engkaulah yang Maha Memelihara, dan mencintai orang yang suka memelihara. Engkaulah yang Mahabenar, dan mencintai orang yang jujur.”

Abu Nu’aim (1/383) meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya’ dari Abu Utsman An-Nahdi, ia berkata: Aku pernah bertamu di rumah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu selama tujuh malam.

Selama itu, dia, budaknya dan istrinya bergiliran (mengerjakan salat) malam, dengan giliran masing-masing sepertiga malam.

error: Allahu Akbar