Abu Nu’aim meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyotul-Auliya (1/56) dari Utsman bin Abdurrahman At-Taimi, ia berkata: Suatu ketika ayahku.berkata dalam hati, “Sungguh, malam ini aku akan salat sendirian di belakang.Maqam Ibrahim.”
Ayahku berkata: Setelah selesai salat Isya, aku bergegas menuju ke Maqam Ibrahim hingga akhirnya aku dapat berdiri di belakangnya.
Lalu, ketika aku sedang berdiri, tiba-tiba ada seseorang yang meletakkan tangannya di antara pundakku.
Ternyata ia Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Lalu, ia memulai bacaan.salatnya dengan Ummul-Qur’an (surat Al-Fatihah) hingga khatam Alquran.
Lalu, ia pun melakukan rukuk dan bersujud. Kemudian, ia mengambil sepasang sandalnya. Aku tidak tahu apakah sebelumnya ia telah mengerjakan salat ataukah tidak.
Menurut riwayat ibnul-Mubarak dalam kitab Az-Zuhd, ibnu Sa’d, ibnu Abi Syaibah, ibnu Mani’, Thahawi, Daraquthni, dan Baihaqi dari Abdurrahman bin Utsman At-Taimi, ia berkata: Pada suatu malam, aku melihat Utsman maju di belakang Maqam Ibrahim.
la mengkhatamkan Alquran dalam satu rakaat salat,.kemudian pergi. [Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummål (5/9). Penulisnya berkata: Sanadnya hasan].
Menurut riwayat ibnu Sa’d (3/75) dari ‘Atha’ bin Abu Rabah, bahwa setelah mengimami salat jamaah, Utsman berdiri di belakang Maqam Ibrahim mengkhatamkan Kitabullah dalam satu rakaat salat witirnya.
Dan dari Muhammad bin Sirin, bahwa Utsman biasa menghidupkan malam dengan mengkhatamkan Alquran dalam satu rakaat salat. (Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummâl (5/9)].
3. Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhumâ Enggan Meninggalkan Salat untuk Mengobati Matanya yang Buta
AL-HAKIM meriwayatkan beserta sanadnya dari Musayyab bin Rafi’, ia berkata: Setelah mata ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumâ menjadi buta, seseorang datang.kepadanya lalu berkata, “Jika engkau sanggup bersabar selama tujuh hari tidak melakukan salat kecuali sambil berbaring terlentang dan dengan isyarat saja, aku.akan mengobatimu sehingga engkau akan sembuh, insya Allah.”
Lalu, ibnu ‘Abbas mengirim pesan kepada ‘Aisyah dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhumâ serta para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang lain (untuk memberikan pertimbangan).
Masing-masing memberikan jawaban, “Jika kamu mati dalam masa tujuh hari itu, apa yang akan engkau perbuat dengan salat?”
Lalu, ia pun membiarkan matanya dan tidak mengobatinya.






