Ternyata ia Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu. Lalu, ia memulai bacaan.salatnya dengan Ummul-Qur’an (surat Al-Fatihah) hingga khatam Alquran.
Lalu, ia pun melakukan rukuk dan bersujud. Kemudian, ia mengambil sepasang sandalnya. Aku tidak tahu apakah sebelumnya ia telah mengerjakan salat ataukah tidak.
Menurut riwayat ibnul-Mubarak dalam kitab Az-Zuhd, ibnu Sa’d, ibnu Abi Syaibah, ibnu Mani’, Thahawi, Daraquthni, dan Baihaqi dari Abdurrahman bin Utsman At-Taimi, ia berkata: Pada suatu malam, aku melihat Utsman maju di belakang Maqam Ibrahim.
la mengkhatamkan Alquran dalam satu rakaat salat,.kemudian pergi. [Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummål (5/9). Penulisnya berkata: Sanadnya hasan].
Menurut riwayat ibnu Sa’d (3/75) dari ‘Atha’ bin Abu Rabah, bahwa setelah mengimami salat jamaah, Utsman berdiri di belakang Maqam Ibrahim mengkhatamkan Kitabullah dalam satu rakaat salat witirnya.
Dan dari Muhammad bin Sirin, bahwa Utsman biasa menghidupkan malam dengan mengkhatamkan Alquran dalam satu rakaat salat. (Demikian dalam kitab Muntakhab Kanzil-‘Ummâl (5/9)].
3. Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhumâ Enggan Meninggalkan Salat untuk Mengobati Matanya yang Buta
AL-HAKIM meriwayatkan beserta sanadnya dari Musayyab bin Rafi’, ia berkata: Setelah mata ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhumâ menjadi buta, seseorang datang.kepadanya lalu berkata, “Jika engkau sanggup bersabar selama tujuh hari tidak melakukan salat kecuali sambil berbaring terlentang dan dengan isyarat saja, aku.akan mengobatimu sehingga engkau akan sembuh, insya Allah.”
Lalu, ibnu ‘Abbas mengirim pesan kepada ‘Aisyah dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhumâ serta para sahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang lain (untuk memberikan pertimbangan).
Masing-masing memberikan jawaban, “Jika kamu mati dalam masa tujuh hari itu, apa yang akan engkau perbuat dengan salat?”
Lalu, ia pun membiarkan matanya dan tidak mengobatinya.
Menurut riwayat Bazzar dan Thabarani dari ibnu ‘Abbas, ia berkata: Setelah mataku buta, ada seseorang yang berkata, “Kami akan mengobatimu dan engkau harus meninggalkan salat selama beberapa hari.”
Ibnu ‘Abbas berkata, “Tidak! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, ‘Barangsiapa meninggalkan salat, maka ia akan berjumpa dengan Allah sedangkan Allah murka terhadapnya.”
[Haitsami (1/295) berkata: Diriwayatkan oleh Bazzar dan Thabarani dalam Al-Mu’jamul-Kabir. Dalam sanadnya terdapat Sahl bin Mahmud.
Ibnu Abi Hatim mengomentarinya dengan berkata: Ahmad bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan Sa’dan bin Yazid meriwayatkan hadis darinya.
Aku (Haitsami) berkata: Muhammad bin Abdullah.Al-Makhrami juga meriwayatkan hadis darinya dan tidak mempermasalahkannya.
Sedangkan para perawi yang lain adalah perawi kitab Shahih).
Menurut riwayat Thabarani dalam Al-Mu’jamul-Kabir dari Ali bin Abu Hamalah.dan Auza’i, keduanya berkata: (Ali bin Abdullah bin Abbas biasa mengerjakan salat seribu (1.000) rakaat setiap hari. [Haitsami (2/258) berkata: Sanadnya mungathi’ (terputus)].
4. Kecintaan Abdullah Bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu Terhadap Shalat
THABRANI meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia hampir tidak pernah berpuasa (sunah).











