13 - Ilmu

Motivasi Para Sahabat Nabi SAW. untuk Mencari Ilmu

32
×

Motivasi Para Sahabat Nabi SAW. untuk Mencari Ilmu

Sebarkan artikel ini

Mereka adalah orang-orang yang sedikit jumlahnya, namun besar nilainya di sisi Allah.

Dengan sebab mereka, Allah mempertahankan hujahNya, sehingga mereka menyampaikannya kepada orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka, dan menanamkannya di dalam hati orang-orang yang seperti mereka.

Ilmu telah merasuk ke dalam diri mereka dengan kepahaman yang sebenar-benarnya.

Maka mereka pun menganggap mudah apa yang dianggap sulit oleh orang-orang yang biasa hidup mewah, dan merasa nyaman terhadap apa yang dirasa ngeri oleh orang-orang jahil.

Badan mereka berada di dunia, sedangkan ruh mereka tergantung di tempat yang tinggi (akhirat).

Merekalah khalifah-khalifah Allah di muka bumi, dan para penyeru sejati menuju kepada agamaNya.

Ah! Betapa rindunya aku untuk bertemu dengan mereka. Aku memohon ampunan kepada Allah untuk diriku dan juga untukmu. Sekarang kamu boleh pergi, jika kamu mau.”

Diriwayatkan pula beserta sanadnya oleh ibnul-Anbari dalam kitab Al-Mashahif dan Murhibi dalam kitab Al-‘Ilm, Nashr dalam kitab Al-Hujjah dan ibnu ‘Asakir, sebagaimana dalam kitab Kanzul-‘Ummâl (5/231) dengan lafal yang sebagian besarnya sama, dengan sedikit perbedaan dalam lafalnya dan juga tambahan.

Ibnu Abdil-Barr telah menyebutkan sepenggal dari riwayat tersebut dalam kitabnya Jami’u Bayanil-‘Ilm (2/112).

Kemudian ia berkata: Ini hadis masyhur menurut ahli ilmu, dan tidak memerlukan sanad karena saking masyhurnya hadis Itu bagi mereka.

2. Anjuran Mu’adz Bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu Mengenai Ilmu

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam kitab Hilyatul-Auliya (1/239) dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Belajarlah ilmu (agama)! Karena mempelajarinya karena Allah ta’la
menunjukkan rasa takut kepadaNya.

Mencarinya adalah ibadah. Mengulang-ulangnya adalah tasbih. Membahas tentang masalah-masalahnya adalah jihad.

Mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah sedekah. Memberikannya kepada ahlinya termasuk pendekatan diri kepadaNya.

Karena ilmu merupakan penunjuk mana yang halal dan yang haram, penunjuk jalan bagi ahli Surga, pendamping dalam kesunyian, sahabat dalam keterasingan, kawan bicara dalam kesendirian, pemandu arah di saat senang maupun susah, senjata melawan musuh, dan perhiasan di hadapan kawan-kawan.

Dengan ilmu Allah ta’ala mengangkat derajat beberapa kaum dan menjadikan mereka sebagai panutan dan pemimpin dalam kebaikan.

Jejak mereka pun diikuti, perbuatan mereka dicontoh, dan pendapat mereka dijadikan rujukan.

Para malaikat.pun senang mendampingi mereka, dan mengusap mereka dengan sayap-sayapnya.

Setiap benda yang basah maupun yang kering, bahkan ikan-ikan di lautan maupun hewan berbisa di sana, binatang buas di daratan maupun binatang ternaknya, semua itu memohonkan ampunan untuk mereka.

Karena ilmu adalah sebab hidupnya hati dari kebodohan, dan laksana pelita dalam kegelapan.

error: Content is protected !!