10 - Akhlak

Begini Sifat Rendah Hati Umar dan Utsman dari Berbagai Kisah

1
×

Begini Sifat Rendah Hati Umar dan Utsman dari Berbagai Kisah

Sebarkan artikel ini

Tiba-tiba Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu datang membawa cambuk. Begitu melihatnya, anak-anak lari terpencar di kebun kurma.

Sinan berkata: Sedangkan aku tetap berdiri, sementara di dalam sarungku ada sedikit kurma mentah yang telah aku pungut.

Maka aku berkata, “Wahai, Amirul Mukminin! Ini kurma mentah yang jatuh karena tertiup angin.”

Lalu, Umar melihat kurma tersebut yang ada di dalam sarungku, dan tidak memukulku.

Lalu, aku berkata, “Wahai, Amirul Mukminin, sekarang anak-anak lainnya menghadang di depan dan akan mengambil kurma yang saya bawa.”

Umar berkata, “Tidak akan! Ayo berjalanlah!”

Sinan berkata: Lalu ia membawaku pulang kepada keluargaku.

6. Umar dan Utsman Radhiyallahu ‘Anhuma Memboncengkan Orang-orang

BAIHAQI meriwayatkan beserta sanadnya dari Malik dari pamannya dari ayahnya, bahwa ia melihat Umar dan Utsman radhiyallahu ‘anhuma ketika datang dari Makah, mereka singgah di Mu’arras.

Lalu, ketika mereka hendak berangkat lagi menuju Madinah, setiap orang memboncengkan budak. Mereka pun memasuki Kota Madinah dalam keadaan seperti itu.

la berkata: Umar dan Utsman juga memboncengkan. Aku pun bertanya kepadanya, “Apakah karena tawaduk?”

la menjawab, “Ya, juga untuk meringankan beban pejalan kaki agar tidak seperti para raja.

Kemudian, la menceritakan tentang kebiasaan baru orang-orang yang membiarkan budak-budak mereka berjalan di belakang mereka, sedangkan mereka naik hewan tunggangan. la pun mencela perbuatan tersebut terhadap mereka.

[Demikian dalam Kitab Kanzil-‘Ummál (2/143)].

7. Sifat Rendah Hati Utsman Radhiyallahu ‘Anhu

ABU NU’AIM meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Hilyatul Auliya (1/60) dari Maimun bin Mihran, la berkata: Aku diberi tahu oleh Hamdani, bahwa ia melihat Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu sedang naik seekor baghal betina dan di belakangnya diatas baghal tersebut ada budaknya yang bernama Na’il, dan waktu itu, Utsman adalah khalifah.

Ibnu Sa’d, Ahmad dalam kitab kitab Az-Zuhd dan Ibnu ‘Asakir meriwayatkan beserta sanadnya dari Abdullah ar-Rumi, la berkata: Utsman radhiyallahu ‘anhu biasa menyiapkan sendiri air wudlunya untuk malam hari.

Lalu, ada yang berkata, “Alangkah baiknya jika engkau menyuruh salah seorang budak untuk menyiapkannya.”

la pun berkata, “Tidak perlu. Malam hari adalah untuk istirahat mereka.”

[Demikian dalam kitab Kanzul-‘Ummal (5/48)].

error: Content is protected !!