Menurut riwayat Ibnul-Mubarak dalam Kitab Az-Zuhd dari Zubair bin Abdullah, bahwa neneknya yang dulunya adalah salah seorang pelayan Utsman memberitahu kepadanya dengan berkata: Utsman tidak membangunkan keluarganya (untuk bangun malam), hanya saja jika la mendapati ada yang terjaga, maka la memanggilnya lalu memberikan air wudlu kepadanya.
Utsman biasa melakukan Puasa Dahr.”
[Demikian dalam Kitab Al-Ishâbah (2/463)].
Abu Nu’aim meriwayatkan beserta sanadnya dalam Kitab Hilyatul-Auliya’ (1/60) dari Hasan, ia berkata: Aku pernah melihat Utsman radhiyallahu ‘anhu tidur di masjid, berselimut dengan kain syal, tanpa ada seorang pun di sekitarnya, padahal ia Amirul Mukminin.











